Informasi Kesehatan


Mini Lokakarya Puskesmas Guluk-Guluk Bahas Kebijakan Program P2PTM 2025–2029

2025-07-11 14:16:12

Puskesmas Guluk-Guluk [10/7/25], puskesmas guluk-guluk mengadakan kegiatan Mini Lokakarya (Minlok) pada bulan Juli dengan fokus pembahasan kebijakan terbaru Program Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (P2PTM) tahun 2025–2029.

Sosialisasi ini dipandu oleh, dr. Fita Rabianti, yang memaparkan secara komprehensif tentang arah kebijakan dan strategi pelaksanaan program P2PTM lima tahun ke depan. Sosialisasi diikuti oleh seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Guluk-Guluk.

Dalam sesi tersebut, dibahas secara mendalam tentang dua penyakit tidak menular utama, yaitu 

- Hipertensi : Penyakit tekanan darah tinggi ini merupakan salah satu penyebab utama komplikasi kardiovaskular dan gagal ginjal. Puskesmas akan terus memperkuat skrining rutin di masyarakat, serta edukasi tentang gaya hidup sehat untuk menekan prevalensi hipertensi.

- Diabetes Melitus : Sebagai penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, diabetes melitus menjadi fokus penting dalam program P2PTM. Upaya deteksi dini melalui pengukuran gula darah kapiler, pemantauan rutin, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pola makan sehat dan aktivitas fisik menjadi bagian dari strategi utama.


Acara berlangsung secara interaktif, dengan sesi tanya jawab yang membahas berbagai program yang akan diselenggarakan, termasuk upaya peningkatan deteksi dini penyakit tidak menular, penguatan promosi kesehatan, dan kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian faktor risiko.

Sebagai bagian dari upaya penguatan layanan di tingkat masyarakat, Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) juga menjadi bagian penting yang dibahas dalam minlok kali ini.

Posyandu ILP merupakan pendekatan baru yang mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan ke dalam satu kegiatan di posyandu, tidak hanya untuk ibu dan anak, tetapi juga untuk dewasa dan lansia.

Melalui Posyandu ILP, layanan seperti:

Skrining PTM (tekanan darah, gula darah, IMT)

Penyuluhan kesehatan

Pemantauan Prolanis

serta pelayanan KIA, imunisasi, dan gizi bisa diberikan secara terpadu di satu tempat dan waktu.

Hal ini dinilai sangat efektif dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dan meningkatkan cakupan deteksi dini penyakit tidak menular.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tenaga kesehatan memiliki pemahaman yang selaras dan siap mengimplementasikan kebijakan P2PTM secara optimal di wilayah kerja masing-masing.